minggu kemarin kompetisi sepakbola indonesia mencapai puncaknya, gara2x ulah jak mania yang memancing keributan dengan supporter Persipura dan mengakibatkan satu orang jakmania meninggal dunia maka pemerintah(Menpora) melarang laga final dilangsungkan di senayan, akibat hal itu sempat terjadi kesimpang - siuran mengenai lokasi laga final yang akan berlangsung bahkan sempat ada yang mengusulkan bahwa laga dilaksanakan di malaysia.
Ketidak becusan PSSI makin terlihat dengan mendadak memutuskan laga tanpa penonton..
kalau menurut saya keputusan ini sangat bodoh dan konyol kenapa??
1. dari segi keamanan justru penonton akan lebih terkontrol (ingat PERSIB VS Persitara stadion jalak harupat dipadati oleh bobotoh dan NJ Mania, meski kalah suasana tetap kondusif)
2. PSSi tidak menghargai jerih payah perjuangan kedua tim untuk mencapai Final kompetisi
3. PSSI Tidak mengghargai kedua supporter yang datang jauh2x dari medan dan palembang
untuk pertandingan nya sendiri saya menilai cukup seru,,sayang PSMS harus bermain dengan 10 orang..dan hayang seuri (pengen ketawa) ketika markus maju kedepan waktu PSMS mendapatkan tendangan penjuru...dan Zah Rahan berhasil menyeploskan bola ke gawang dari tengah lapang..
akhir nya pertandingan berkesudahan 3-1 untuk PERSIJATIM Sriwijaya FC(tim ini taun depan pindah kemana lagi yach ??)
lalu.....
sebelum berangkat ke-jakarta saya menyempatkan untuk menyaksikan metro sport pagi ini saya melihat berita kerusuhan di jalak harupat yang melibatkan supporter beratribut biru , dengan pendukung yang kerap menge-cap diri mereka sebagai The Jak nya sumatara (supporter PSMS Medan)..
entah bagaimana awal mula kerusuhan ini, yang saya tangkap dari berita itu bahwa awal keributan dipicu oleh aksi saling ejek dari kedua belah pihak..
entah lah siapa yang duluan memulai ..
yang pasti kita mengutuk keras, kejadian kemarin..
selamat kepada Persijatim sriwijaya FC untuk 2 gelarnya..
tapi lamun aing jadi orang palembang aing moal bangga ka Persijatim Sriwijaya FC
labih baik dukung PS. Palembang..
Senin, 11 Februari 2008
Final yang aneh
Diposting oleh
Sundanese Fanatism
di
05.17
0
komentar
Atep Ingin main di PERSIB
BANDUNG, TRIBUN - Dengan berakhirnya Liga Indonesia (LI) XIII, berakhir pula kontrak sebagian besar pemain sepakbola yang berkecimpung di liga paling "gila" di dunia ini. Perburuan pemain pun kini menjadi tak terelakkan lagi. Siapa cepat, dia dapat.
Satu di antara sejumlah pemain bintang LI XIII, yakni Atep asal Persija Jakarta, mengaku belum menentukan pilihan klub mana yang akan dibelanya pada liga mendatang. "Namun, sebagai warga Jawa Barat, saya sangat berminat main bersama Persib di Liga Super mendatang," ungkap Atep kepada Tribun Jabar, Minggu (10/2).
Atep mengaku, sejumlah klub telah menghubunginya untuk ikut bergabung. Namun sampai kemarin, ia belum memberikan keputusan. Dari pihak Persib sendiri, Atep mengungkapkan, belum ada seorang pun yang menghubunginya.
"Sekarang ini saya sifatnya hanya menunggu," tutur pemain potensial berusia 22 tahun ini.
Menurut Atep, Persib merupakan tim besar dan layak menjadi juara. Dan pria asal Cianjur ini mengaku tak akan pernah melupakan Persib. "Saya kan dibesarkan oleh Persib. Bahkan dididik dan dilatih main bola di PS UNI, jadi bagaimana bisa melupakan Persib," ujarnya.
Selain karena dibesarkan Persib, Atep juga mengaku berhasrat membela Persib karena ingin tim Maung Bandung ini kembali berprestasi seperti dulu. Sama seperti warga Jawa Barat lainnya, Atep berharap Persib bisa meraih prestasi puncak.
"Saya tahu bobotoh sudah lama menginginkan Persib jadi juara. Hati kecil saya pun begitu. Jadi, kalau saya nanti bergabung dengan Persib, saya berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Persib," ujar pria yang mengaku tengah membangun rumah di Cianjur dari hasil jerih payahnya bermain bola tersebut. (san)
Diposting oleh
Sundanese Fanatism
di
05.11
0
komentar




